Jumat, 31 Mei 2013

PESAN UNTUK YANG TERKASIH



Karya : Sari N

Kasih, ada suatu hal yang ingin kusampaikan padamu. Namun aku berat untuk mengatakannya secara langsung. Aku tak berdaya melihat wajah sedihmu. Aku tak kan kuat menatap adanya rasa kekhawatiran dimatamu. Aku tak mau merasakan adanya kegelisahan pada dirimu.

Kasih, semalam kau telah berkata. Bahwa perjalanan kehidupanmu bagaikan sebuah kaset yang diulang-ulang. Selalu berjalan seperti itu. Diawali dengan perjalanan duka karena hilangnya sebuah pekerjaan, ditengahi dengan lenyapnya sebuah tabungan masa depan, dan diakhiri dengan berakhirnya sebuah hubungan percintaan.

Kasih, kau bercerita kepadaku. Bahwa kaset kehidupanmu telah terjadi lagi. Pekerjaan dan beberapa lembar uang telah hilang. kau takut akan mengalami hal yang sama di akhir cerita. Kau takut akan kehilangan diriku disampingmu. Kau memohon padaku untuk tidak meninggalkanmu sendiri.

Kasih, sudah sering kukatakan padamu. Bahwa selama raga ini masih bernafas, aku akan tetap selalu berada disampingmu, mendampingimu dalam suka maupun duka, mencintaimu dengan sepenuh hati, menyayangimu dengan sepenuh jiwa. 

Tapi kasih, aku harap kau akan tetap tabah. Jika seandainya Allah SWT mengambil keputusan untuk menarik ruh dalam ragaku ini dalam waktu dekat. Percayalah jika hal itu terjadi, semuanya bukan karena kesalahanmu. Bukan karena ada yang salah pada dirimu. Ini terjadi karena Allah yang menghendaki. Ini terjadi karena mungkin inilah yang terbaik.

Kasih, jangan pernah kau berfikir kalau aku memiliki niat akan meninggalkanmu. Aku hanya takut, Allah SWT akan memanggilku dalam waktu dekat ini. Percayalah sayang hanya maut yang akan memisahkan kita. Insya Allah....

Jumat, 24 Mei 2013

Ucapanmu adalah Doamu



Karya : Sari N.

Tuhan boleh hentikan nadiku
Tuhan boleh ambil nyawaku
Tuhan boleh habiskan nafasku
Tapi ku mohon
Biarkan orang yang aku sayangi
Mendapat kebahagiaan selama ia bernafas
Masih dapat kuingat dengan jelas, kata-katanya beberapa hari sebelum dia pergi meninggalkan aku untuk selamanya. Sebuah kata curahan hati yang akhirnya dicatat oleh malaikat dan dikabulkan oleh Allah SWT. Sebuah kata curahan hati yang sampai sekarang selalu menyiksa batin ini karena aku tak sempat memberitahunya kalau kebahagiaanku adalah dirinya. Lalu bagaimana aku bisa bahagia jika dia tidak ada di sampingku. Sebuah kata curahan hati yang sampai sekarang selalu membuat air mata ini mengalir jika membacanya.
Ada sebuah pepatah mengatakan, berhati-hatilah dalam berucap karena apa yang kita ucapkan bisa berubah menjadi sebuah doa. Mungkin itulah yang terjadi pada dia. Aku tak tau apakah dia sadar dengan apa yang dia ucapkan. Yang aku mengerti adalah dia mengucapkan kalimat itu sebagai tanda bahwa dia sangat menyayangiku.  Tapi kenapa harus dibuktikan dengan sebuah kematian.
Teman, seberapa yakinkah anda bahwa sebuah kata-kata bisa berubah menjadi sebuah doa. Sebuah ucapan candaan namun akhirnya menjadi sebuah kenyataan. Apakah memang separah itu sebuah perkataan? Apakah kita memang lebih baik diam seribu bahasa dan biarkan hati ini yang berharap?
Pertanyaan ini sampai sekarang masih belum dapat kutemukan jawabannya. Sebaliknya malah membuat aku takut untuk berbicara hal-hal yang sekiranya akan mengerikan jika terjadi. Intinya pikirkanlah terlebih dulu matang-matang apa yang akan anda ucapkan.
Mulutmu harimaumu
Lidah itu lebih tajam daripada pedang
Ucapanmu adalah doamu

Aku VS Galau



Karya : Sari N.
Teman pernahkah kamu mengalami “indahnya cinta pertama tak kan pernah terganti” (Asyiik!!).
Dari dulu aku tuh paling ga mau berpacaran dengan seseorang. Kenapa? Karena mereka yang patah hati, sebagian besar aku lihat jadi stress dan gila. Bener banget, aku tuh takut patah hati...
Tapi ketika aku bertemu dengan dia, semuanya berubah. Hanya dia yang mampu meluluhkan hati ini. Hanya dia yang dapat mengerti aku dan sifatku. Dan ketika hubungan kami berakhir karena dipisahkan oleh Allah SWT, sampai sekarang masih dapat kukatakan bahwa hanya dia pemilik hati ini dan tak kan pernah terganti (kalau kata om marcell mah, hehehe).
Teman, banyak yang bilang kalau Galau itu adalah Gelisah Antara Lanjut Atau Udahan. (Itu siapa yang bikin sih?) Kalau zaman dulu mungkin namanya “ngedroop” kali ya. Bagiku Galau itu adalah musuh paling besar. Karena dia, hidup aku jadi terhambat. Mau lanjut, gimana caranya? Mau udahan, aku tak rela. Tapi lama2 aku berfikir, apa salahnya selalu mengingat masa lalu kalau toh kehidupan hari ini masih tetap berjalan dan kehidupan masa depanpun tidak pernah mati. Tak usahlah kita memaksakan diri untuk melupakan masa lalu yang sangat berarti bagi kita dengan alasan “maju”, “kuat”, atau apalah. Masa lalu itu akan menjadi sebuah goresan cerita dalam perjalanan kita.. baik buruknya tergantung kita yang menjalani. Yang jelas masa laluku akan terus ada di dalam hati. Tak kan pernah mati, apalagi kubuang begitu saja. Karena 1 detik perjalanan di alam dunia sangat berarti. Lalu kenapa harus dilupakan?