Karya : Sari N
Kasih,
ada suatu hal yang ingin kusampaikan padamu. Namun aku berat untuk
mengatakannya secara langsung. Aku tak berdaya melihat wajah sedihmu. Aku tak
kan kuat menatap adanya rasa kekhawatiran dimatamu. Aku tak mau merasakan
adanya kegelisahan pada dirimu.
Kasih,
semalam kau telah berkata. Bahwa perjalanan kehidupanmu bagaikan sebuah kaset
yang diulang-ulang. Selalu berjalan seperti itu. Diawali dengan perjalanan duka
karena hilangnya sebuah pekerjaan, ditengahi dengan lenyapnya sebuah tabungan
masa depan, dan diakhiri dengan berakhirnya sebuah hubungan percintaan.
Kasih,
kau bercerita kepadaku. Bahwa kaset kehidupanmu telah terjadi lagi. Pekerjaan
dan beberapa lembar uang telah hilang. kau takut akan mengalami hal yang sama
di akhir cerita. Kau takut akan kehilangan diriku disampingmu. Kau memohon
padaku untuk tidak meninggalkanmu sendiri.
Kasih,
sudah sering kukatakan padamu. Bahwa selama raga ini masih bernafas, aku akan
tetap selalu berada disampingmu, mendampingimu dalam suka maupun duka,
mencintaimu dengan sepenuh hati, menyayangimu dengan sepenuh jiwa.
Tapi
kasih, aku harap kau akan tetap tabah. Jika seandainya Allah SWT mengambil
keputusan untuk menarik ruh dalam ragaku ini dalam waktu dekat. Percayalah jika
hal itu terjadi, semuanya bukan karena kesalahanmu. Bukan karena ada yang salah
pada dirimu. Ini terjadi karena Allah yang menghendaki. Ini terjadi karena
mungkin inilah yang terbaik.
Kasih,
jangan pernah kau berfikir kalau aku memiliki niat akan meninggalkanmu. Aku
hanya takut, Allah SWT akan memanggilku dalam waktu dekat ini. Percayalah
sayang hanya maut yang akan memisahkan kita. Insya Allah....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar